• earthquake

    Sepanjang Sejarah, Gempa Selalu Dikaitkan dengan Keseimbangan dan Kelahiran

    apakah fenomena alam -gempa bumi- yang sering terjadi sekarang adalah sebuah usaha alam untuk menyeimbangkan diri atau akan ada sebuah 'kelahiran' baru?

    Kampung halamanku dilanda gempa dua hari yang lalu, aku langsung mencoba menghubungi rumah dan orang-orang disana, sedikit susah, tidak hanya karena jaringannya yang agak terganggu, tapi juga karena HP ku akhir-akhir ini agak ngadat...pengen di ganti kayaknya.Kampung halamanku dilanda gempa dua hari yang lalu, aku langsung mencoba menghubungi rumah dan orang-orang disana, sedikit susah, tidak hanya karena jaringannya yang agak terganggu, tapi juga karena HP ku akhir-akhir ini agak ngadat...pengen di ganti kayaknya.

    Syukurlah, semua orang-orang yang ku kenal baik-baik saja, keluargaku maupun teman-teman di sana, rumahku cuman retak dan ibuku yang paling shock, karena koleksi gucinya pecah-pecah..hihii, aku kadang heran ma ibuku itu, membeli barang mahal yang mudah pecah, mendingan beli berlian deh, tahan banting ato sekalian beli guci imitasi dari karet..(mang ada?!). Terus rumah kakakku yang pertama tak bisa dipakai lagi, katanya roboh sehingga kakakku harus pindah. Hmmm...semoga semua orang yang terkena musibah kemarin diberikan kekuatan dalam menghadapinya. Amen. Aku jadi teringat, beberapa mitos tentang gempa bumi, namun yang menarik untuk dicermati, semua mitos menunjukan bahwa gempa bumi adalah sebuah kejadian pencarian keseimbangan dan kelahiran. 

    Orang Jepang mempunyai cerita tentang gempa bumi ini, mereka percaya bahwa gempa disebabkan oleh seekor lele raksasa -Namazu- yang berada di bawah tanah. Kashima -dewa yang menjaga Jepang dari gempa- menggunakan sebuah batu ajaib raksasa sebagai penahan Namazu supaya tidak bergerak, namun adakalanya Kashima tidak memperhatikan Namazu dan Namazu bisa bergerak -dan terjadilah gempa. Orang Jepang bilang Kashima tidak memperhatikan Namazu karena perhatian Kashima teralihkan oleh hal lain. Jika gempa terjadi -Namazu bergerak- maka Kashima akan kembali sadar dan kemudian memperketat pengawasannya terhadap Namazu.

    Orang India percaya, dunia berada di atas empat gajah yang berdiri di atas batok seekor kura-kura raksasa dan kura-kura ini berada di atas kepala seekor kobra. Gempa terjadi saat salah satu binatang ini pegel dan mencoba merenggangkan ototnya, misalnya gajahnya pegel atau kecapekan. Gajah yang kecapekan ini akan menurunkan sedikit kepalanya atau mencoba merenggangkan ototnya, maka kemudian gempa terjadi. Gempa berhenti saat semua binatang kembali mempertahankan posisi barunya. 

    Orang Yunani percaya gempa terjadi karena seekor binatang raksasa -aku tak menemukan namanya- di dalam perut bumi yang mencoba keluar.  

    Di New Zealand mereka percaya bahwa Ibu Bumi mempunyai bayi -Ru- yang berada dalam rahimnya. Gempa bumi terjadi saat Ru menendang atau bergerak-gerak dalam rahim.   

    Orang Assam -terletak diantara Banglades dan China- percaya bahwa gempa terjadi karena diperut bumi ada sekelompok/ras manusia yang sewaktu-waktu menggoyang-goyangkan tanah di atas kepala mereka untuk mengetahui apakah masih ada orang di atas bumi. Jika orang Assam dilanda gempa, mereka akan berteriak: "masih ada..masih adaaa..", supaya orang-orang di perut bumi itu mengehentikan gempanya. 

    Di Mexico gempa bumi dipercayai sebagai usaha El Diablo -setan- untuk keluar dari perut bumi dengan menciptakan getaran supaya tanah retak dan mereka keluar dari retakan itu. 

    Di Skandinavia, Dewa Loki dihukum karena telah membunuh saudaranya -Baldur- dan Loki diikat ke sebuah batu di sebuah gua bawah tanah. Di atas wajah Loki ada seekor ular yang meneteskan racun. Saudara perempuan Loki menadahi racun ini dengan sebuah mangkok untuk melindungi Loki. Namun suatu waktu, mangkok ini penuh dan saudara perempuan Loki harus membuang isi mangkok ini. Saat itulah, Loki meronta berusaha menghindari racun yang menetes, maka gempa terjadi. 

    Dan masih banyak lagi mitos lainnya yang mencoba menerangkan fenomena gempa bumi. Ya, kita tahu mitos adalah usaha awal manusia mengerti alam disekitarnya. Namun di luar mitos ini adalah sebuah dongeng atau fantasi, kita melihat bahwa semua mitos mengatakan hal yang sama, gempa bumi -atau fenomena alam lainnya yang tak biasa- adalah usaha alam untuk menyeimbangkan diri, baik itu dari keadaan yang timpang atau dalam rangka menyambut 'kelahiran' sesuatu yang baru. Alam mempunyai sistem yang exhaustless -tak mempunyai residu/tak bersisa- sehingga apapun yang ada di alam akan terdaurulang dengan sendirinya, sebuah mesin yang hidup untuk, dari dan oleh dirinya. Oleh karena itu jika ada sesuatu yang mengganggu, keseluruhan sistem akan berusaha menyesuaikan diri, baik itu menghilangkan pengganggu itu atau menerima perubahan baru dari pengganggu itu. 

    Kita tahu bahwa memang manusia lah yang menjadi pengganggu sistem alam sekarang ini, kita merubah banyak hal di muka bumi ini, menimbulkan kerusakan dan ketimpangan. Yang menjadi pertanyaan dariku, apakah fenomena alam -gempa bumi- yang sering terjadi sekarang adalah sebuah usaha alam untuk menyeimbangkan diri atau akan ada sebuah 'kelahiran' baru?