• marsvenus

    Kebiasaan Berbeda, Apakah itu Tandanya Kita Berbeda?

    Saat laki-laki memulai sebuah hubungan, mereka menyebutnya 'berlayar', tapi saat seorang perempuan memulai sebuah hubungan, mereka menyebutnya 'berlabuh' *heran*.

    Hum, dah lama ga nulis di sini, apa ya, karena terlalu sibuk dengan hal yang kuhadapi sehingga malas meluangkan waktu untuk menuliskannya atau seperti kebiasaan seorang Mars A.K.A laki-laki, dia akan masuk ke 'gua' nya jika ada permasalahan. Namun menulis itu katarsis, penawar dan oase, mungkin kenapa aku malas nulis karena aku malas untuk duduk sejenak dan memikirkan apa yang kudapat.

    Mungkin benar, permasalahan yang malas kupikirkan -dan kutuliskan- adalah permasalahan begitu banyaknya perbedaan antara laki-laki dan perempuan, kita seperti hidup dalam dunia yang berbeda tapi saling singgung, kita mempunyai jalan pikiran dan pandangan terhadap dunia yang sama dengan pembacaan yang lain. 

    Namun karena itulah aku memuja wanita, yang gagah dengan keanggunannya yang kuat dengan kelembutannya, ah malah ngegombal..!!! Ok, sekarang ku coba ku tuliskan aja ah apa saja yang membuat berbeda antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki akan diwakilkan dengan kata "kami" dan perempuan akan kutuliskan dengan kata "kalian". Semua diberi nomor urut 1 (satu), ya karena semuanya memang nomer 1 (satu). ok, kita mulai: 

    1. Laki-laki bukanlah pembaca pikiran. 

    1. Menangis adalah pemerasan. 

    1. Ungkapkan apa yang kalian inginkan, biarkan kami dengan jelas mengetahui ini. Keinginan tersirat, tak akan bekerja! Mancing-mancing kami biar menebak keinginan kalian, tak akan bekerja! Mengarahkan kami secara halus untuk mengetahui keinginan kalian, tak akan bekerja! Jadi, katakanlah! 

     1. Ya dan tidak adalah jawaban yang bisa diterima untuk hampir semua pertanyaan. 

    1. Saat kalian ada masalah, datanglah pada kami itupun jika kalian memang benar-benar ingin kami membantu memecahkannya. Jika sekedar ingin mencari simpati, kalian berarti bermain judi. 

    1. Apapun yang kami katakan 6 bulan yang lalu, tidak bisa dijadikan alasan dalam sebuah pertengkaran. Semua komentar dan kata-kata kami dalam sebuah pertengkaran hanya berlaku 7 hari. 

    1. Hari Minggu, itu berarti hari bebas, jangan ributkan kami dengan permasalahan, belanja atau pertengkaran, hari minggu adalah bulan purnama bagi kami, biarkan kami hanyut dalam ombak pasang ke-malas-an. 

    1. Belajarlah menurunkan dudukan toilet, kalian kan wanita yang dah pada gede, jika dudukan toiletnya terangkat, turunkanlah. Kami membutuhkan dudukan itu terangkat jika kami kencing. Bukankah kami tak pernah mempermasalahkan jika dudukan toilet itu kalian turunkan?! 

    1. Jika kalian pikir kalian gemuk, mungkin ya! Jangan tanya kami. 

    1. Jika kami mengatakan sesuatu dan ternyata kata-kata kami tersebut bisa diartikan banyak makna, maka makna yang kami maksud adalah yang tak membuat kalian sedih atau marah. 

    1. Kami tak tahu, apakah jika kalian meminta kami melakukan sesuatu, itu sekedar meminta bantuan atau ingin mengatakan pada kami bagaimana seharusnya sesuatu itu dilakukan. Kami tak bisa dua-duanya, jika kalian dah tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan, lakukanlah sendiri. 

    1. Jika kalian punya sesuatu yang harus dikatakan, katakanlah walau itu sedang di dalam kendaraan, sedang belanja atau sedang makan di luar. Jangan menunggu mengatakannya setelah pulang ke rumah. 

    1. Columbus tidak membutuhkan arah untuk menemukan Amerika, begitu juga kami, jangan tanyakan mau kemana kita! 

     1. Kami melihat dunia hanya dalam 16 warna, persis seperti layar Windows default. Pink adalah warna, bukan style. Coklat adalah warna bukan penyebab kegemukan, ungu adalah warna, bukan tanda janda or apapun. 

    1. Jika gatal, maka kami akan garuk, itulah kami. 

    1. Jika kami mengatakan butuh waktu untuk sendiri, berarti memang kami butuh itu. Jangan malah terus-terusan bertanya. 

    1. Kami berpola pandang hirarki, ngobrol adalah untuk mempertahankan status dan kemandirian, sedangkan kalian untuk menciptakan ke-intim-an. 

    1. Kami suka memuji kalian, dengan keindahan, keanggunan dan keceriaan yang kalian punya dan kami sangat menghargai jika kalian mo balas budi dari pujian itu. 

    1. Jika kami bertanya pada kalian "...ada apa?..." dan kalian menjawab "...ga ada apa-apa...", maka kami akan bertingkah seperti memang tak ada apa-apa, kami tahu kalian bo'ong, tapi kami malas untuk memperumit dan mempertengkarkannya. 

    1. Jika kita mo jalan ke manaaa gitu, apapun yang kalian pakai sudah bagus, sungguh! 

    1. Jangan tanya pada kami apa yang sedang kami pikirkan kecuali kalian siap mengobrolkan tentang hal yang tak menarik bagi kalian, dalam waktu lama! 

    1. Kalian mempunyai pakaian yang cukup. 

    1. Kalian terlalu banyak sepatu. 

    1. Badan kami berbentuk, bulat adalah bentuk. 

    1. Kami tidur di sofa saat kalian tak mau dekat-dekat kami, itu ga apa-apa buat kami, tidur di sofa seperti kamping, yippiii.... 

    1. Kami berpola pikir blok (makan malam 500 ribu rupiah, point-nya 100), dan kalian berpola pikir satuan (makanan enak: 1 point, musik romantis pas makan: 1 point, obrolan hangat: 1 point, pegangan tangan pas makan: 1 point, tertawa oleh humor kami: 1 point, mendengar kata-kata gombal tapi menyenangkan: 1 point, pakaian kami terlihat gagah: 1 point, rambut kami terlihat bagus: 1 point, kado pas makan malam: 1 point, warna bungkus kadonya bagus: 1 point, kado itu ada pitanya: 1 point, kado itu dikasih dengan kecupan di pipi: 1 point, isi kadonya bagus: 1 point, dst...dst...) 

    Dan masih banyak lagiiii.....tapi perbedaan itu tak menghilangkan keinginan yang sama dari kita, untuk diperhatikan, disayang, didukung dan dicintai bukan? Aku ga tau, apakah perbedaan-perbedaan itulah yang membuat kita saling membutuhkan atau sekedar tanda pada kita bahwa kita harus berjuang untuk apa yang kita anggap berharga? So, bagaimana menurutmu? 

    Sumber tulisan: tulisan Alexys dan Men from Mars and Women from Venus