Resensi Coklat
-

Coklat Dari Merk ke Merk
"Sahabat itu seperti Twix, Dua batang dalam satu bungkus"Satu batang coklat sehari, membuatmu serasa hidup. Itu kata temanku, entah benar atau tidak tapi memang, hari tanpa coklat -bagiku- serasa ada yang kurang. Ya, itu dikarenakan juga sekarang aku tak lagi bisa minum kopi. Apalagi kalo lagi nongkrong, pasti ku pesan coklat panas dan sepanjang coklat panas yang ku rasakan, cafe temanku yang baru -Deedong- patut di coba, dari aroma hingga kekentalannya pas di hati pas di perut pas di dompet.
Sebenarnya tulisan ini telah di posting lama oleh sahabatku penggila coklat juga -dan kalo aku memikirkan dia, kadang ada wangi coklat di idungku...haha- di blognya, tapi baru keinget sekarang untuk meng-copas-nya. Makasih atas ijinnnya. Dan inilah resensi cokelat dari dia:
Wafer Superman: Rasanya selegendaris namanya. Sempat menghilang selama beberapa saat, tetapi sama seperti filmnya yang dibuat ulang, wafer ini kembali terjun ke pasaran. Rasa manisnya pas dan wafernya tetap garing. Lebih nikmat dimakan ketika coklatnya agak meleleh karena panas.
Ayam Jago: Tidak pernah menjadi favorit. Rasa yang aneh dengan butiran yang terlalu kasar. Bisa membuat tersedak.
Apollo Almond Roca: Tiruan versi murahan dari Ferrero Rocher, tapi mengambil nama dari Almond Roca yang asli. Aneh memang. Rasa kalah jauh, tapi tidak jelek juga untuk versi pasaran. Top Rasanya mengambang. Kurang terasa coklatnya, nougatnya, karamelnya, maupun susunya. Sampai sekarang masih heran kenapa coklat ini bisa termasuk favorit.
Beng Beng: Favorit nomor satu! Sang pembuat pantas masuk ke dalam daftar pahlawan nasional. Coklatnya enak, nougatnya lengket, dan wafer yang gurih. Beku maupun meleleh tetap memuaskan.
Gery Salut/Coklut: Untuk harga yang murah memiliki rasa yang cukup memuaskan, meskipun tidak ada perbedaan rasa di antara keduanya kecuali bentuk yang satu lebih panjang dan yang lainnya lebih tebal. Sedikit lebih tajam baunya deri Beng Beng, seperti Wafer Superman versi lebih pahit (dalam arti yang bagus).
Silver Queen: Salah satu coklat klasik. Memakannya seperti main rolet rusia. Terkadang dapat yang rasanya enak dengan mete yang gurih, terkadang dapat yang rasanya seperti debu. Bubuk coklatnya kadang terlalu berasa dan pecah ketika dikunyah di mulut, namun kering dan aneh. Tidak pernah sanggup untuk menelannya jika demikian. Namun, apabila dapat yang enak, dijamin puas.
Fonnut: Mirip dengan Silver Queen, termasuk resikonya.
Cloud Nine: Tiruan Snickers, lumayan juga, sayang tipis.
Coki Coki: Yang SD nggak pernah makan Coki Coki berarti masa kecilnya kurang bahagia. Coklat cair yang dulunya seharga 300 perak ini memang cocok jadi cemilan waktu main sore-sore. Rasanya enak, bisa juga dijadikan olesan untuk roti atau biskuit.
Nyam Nyam: Seangkatan sama Coki Coki. Termasuk jajanan yang lumayan mahal di zaman SD karena setiap paketnya ada biskuitnya. Nyam Nyam original tetap menjadi favorit karena yang Rice Krispy rasanya tidak terlalu mantap.
Richbar: Ada rasa original, jeruk, dan kacang. Semuanya memuaskan. Lebih tebal dan panjang dari Coklat Superman, sayang hanya bisa ditemukan di swalayan Diamond.
Kinder Bueno: Wafer yang tipis dengan bentuk berbukit-bukit, di tengah wafer ada pasta colat, dan di luar wafer coklat susu yang nikmat. Cocok untuk cemilan ringan.
Mars: Pengganti satu porsi makan siang. Kelengketan karamelnya tak terkalahkan, ditambah paduan coklat dan nougatnya yang manis. Sesuai dengan mottonya: One Mars a day will help you work, rest, and play. Rekomendasi à Mars Midnight bagi mereka yang tidak terlalu suka yang manis-manis.
Snickers: Satu lagi seperti Mars, tapi tidak selegit Mars. Ditambah lagi dengan kacangnya yang lengket di gigi membuat kenikmatan memakannya tidak akan berhenti walupun coklatnya telah habis.
Cadbury: Coklat susu, coklat susu dengan kismis, kacang, kenari, mete, madu, maupun nougat. Merk ini tetap jagonya. Coklatnya pas takarannya. Rasa antara coklat, susu, dan campuran lainnya seimbang. Peringatan! Jangan pilih yang buatan Malaysia, kacangnya ditumbuk menjadi bubuk dan dicampur ke dalam coklatnya dengan rasa gula pasir yang terlalu mendominasi.
Van Houten: Saingan Cadbury dalam produk dan rasa. Satu kelebihannya: tidak memiliki buatan Malaysia yang rasanya kacau, serta memiliki produk yang membongkah (chunky).
Ferrero Rocher: Luar biasa. Coklat tipis bercampur kacang yang membungkus wafer tipis renyah, di dalamnya ada pasta coklat bercampur hazelnut yang membungkus sebiji hazelnut utuh. Suatu sajian yang klasik. Sajian lainnya yaitu Mon Cherie yang lebih menyerupai bon bon dan Rafaello yang campuran coklat putih dan kacang juga tidak kalah nikmat.
Perugina Bacci: Ciuman dari Italia. Rasanya hampir mirip dengan Ferrero Rocher, hanya berbentuk mirip lonceng.
Nutella: Selai coklat paling enak yang pernah ada. Rahasianya: campuran coklat dengan hazelnut. Tidak butuh roti untuk menikmatinya.
Toblerone: Apapun jenisnya, si segitiga dari Swiss ini tetap menjadi favorit.
Hershey’s: Kisses, Hugs, Cookie Dough, Reese’s, atau apalah namanya, si kecil dari Amerika ini bisa mencuri hati dengan keimutan bentuk dan rasa coklat manis yang khas. Terlebih Reese’s dengan selai kacang yang agak kasar di tengahnya, menambah rasa yang gurih di coklat yang sudah manis. Coklat Hershey’s juga cocok untuk dipakai memasak.
See’s: Paling jago dengan coklat toffee-nya. Coklat susu dengan bongkahan karamel beku yang langsung lengket dan legit begitu digigit. Manisnya tidak berlebihan.
Guylian: Alias coklat ngapel. Cocok untuk dipakai sebagai kado Valentine. Paling terkenal dengan bentuknya yang seperti kerang dan rasanya yang seperti cappuccino, tapi rasanya juga sekeras cappuccino yang asli.
Colatta: Coklat masak klasik sejak zaman nenek saya. Memiliki tiga pilihan rasa: coklat susu, coklat putih, dan coklat hitam alias dark chocolate. Pilihan terakhir adalah rasa yang terbaik. Paling nikmat jika diserut tipis-tipis atau dilelehkan.
Kit Kat: Coklat ini termasuk coklat klasik sejak zaman anak-anak. Sekarang sudah memiliki 3 rasa: coklat, coklat putih, dan lemon cheesecake. Ketiganya memiliki rasa yang berbeda enaknya, namun rasa jagoannya tetap coklat klasik.
Pocky: Stik biskuit coklat dari Jepang. Rasanya enak, tapi karena bentuknya terlalu kurus rasa coklatnya kurang terasa.
Twix: Seorang teman dari Rusia mengatakan, "sahabat itu seperti Twix, Dua batang dalam satu bungkus". Twix memang pantas untuk jadi sahabat di dalam kantong. Biskuitnya tebal, padat, dan renyah. Ditambah karamel dan coklat yang seimbang rasanya.
sumber: http://landakungu.multiply.com
| Next > |
|---|
Gudang Tulisan
- ▼ 2010
- ▼ March
- ► February
- ► January
- ► 2009
- ► December
- ► November
- ► October
- ► September
- ► August
- ► July
- ► June
- ► May





