Kado Kadaluwarsa
-

Cerita Lama Waktu SMA
Hehe, cinta memang kejam!Yang tersisa sekarang hanya tawa kecil dan menyadari, "pernah to hatiku seperti itu?". Bertemu kembali seminggu ini dengan mu, itu juga di dunia maya dan harus ku akui sekarang (dipaksa curhat bow!), aku pernah jatuh cinta pada mu, duluu banget, 8 taon yang lalu waktu masih seragam putih-abu. Kamu g tau kan? ok. ini seperti kado ulang tahun telat 8 taun, tapi tak apalah, sejarah hati adalah sejarah kedewasaan dan namamu ada di sana..(cieee..ngerayu).
Waktu itu ulang tahunmu, aku masih ingat, di KFC ato semacamnya lah, aku diundang waktu jam sekolah: "Jangan lupa ya Jo", kata mu. Entah kenapa, mungkin itu namanya cinta monyet, aku begitu semangat untuk datang ke ulang tahunmu, pulang sekolah naek angkot, beuh! rumahku tu jauh dari sekolah, jadinya nyampe rumah sore banget, nyiapin kado -aku beli novelnya dewi lestari-, ku kasih pita pink dan kertas kado bercorak hati (hahah aku gak percaya aku melakukan ituuu!), dan ngomong ma ortu da ulang tahun temen. Setelah dress-up, ku ambil motor kakakku, ku pakai baju kemeja kotak-kotak, celana jeans, tas selendang kain dan sepatu kets, berangkat dengan semangat,untuk apa? entahlah, mungkin itu cinta....
Tuhan punya kisah lain untukku, di pertengahan jalan, motorku kehabisan bensin, sial! aku dorong 500 meter dan nemu wartel, ku telpon kakaku dan marah-marah: "Punya motor kok g di urus! gimana seeh", kakak ku jawab: "Punya mata g di pake, mo pake motor liat dulu dong meter-an bensinya dul!" Aku kesal dan memutar otak sambil ku pegang tasku. "Kado ini harus nyampe!".
Syukur, kakakku datang kemudian, dia membawakanku sebotol bensin. "Naik mobil aja", ujarnya sambil mempersilahkan aku menaiki mobilnya, "Nggak ah, g usah, tanggung bawa motor" ujarku jual mahal. Kakaku pulang setelah bensin tandas kumasukan ke tank motor. Bahagianya diriku, kadoku akan nyampe ke kamu!
Namun Tuhan lagi keukeuh punya cerita lain, baru 5 menit ku kendarai motor, hujan turun lebat dan membasahi semuanya dariku. Bah! WTF! S***T!!!! Aku berteduh di bawah sebuah pohon deket belokan menuju tempat ulang tahunmu. Banyak hal berkecamuk di kepalaku, apakah aku harus menyerahkan diriku yang basah ini -dengan kado yang basah juga- atau aku pulang dan meniriskan semua semangat ini?
Ya, sekali pengecut maka selamanya pengecut, adagium itu terus berteriak di kepalaku, tapi aku bertanya kembali, untuk apa aku melakukan semua ini? untukmu? untuk rasa yang kupunya? ato untuk sebuah semangat yang aneh yang orang bilang itu cinta?
Aku pulang dan mengurungkan niatku. Ok, Kamu jangan menyesal dulu. Niatku akan kuberikan kado ini besok saat masuk sekolah. Kakak ku sok terheran-heran di pintu rumah, "Cepat sekali pestanya, hujan yaa", sambil menahan tawa. "Diem lu ah" ujarku ketus. Setelah bersih-bersih badan, ku buka kembali kado itu, novel Dewi Lestari yang ku pesan langsung dari Bandung karena waktu itu belum ada di tempatku basah semua. Darn it!
Malamnya aku tetap terpikirkan dirimu, sungguh biadab aku g datang ke acara ulang tahunmu! Ah tapi tak apalah, selalu ada hari esok untuk seorang yang kasmaran. Ku keringkan novel tersebut di pinggir kompor gas, sekalian ibuku lagi masak. Aku belajar malam seperti biasanya dan terlelap karena lelah dan kesal.
Pagi-pagi aku bangun, tanpa ba-bi-bu langsung lari ke dapur...Wht? where is ma precious, beautiful, small, cute luvly gift? "Si Ibi ngira itu buku bekas, tuh jadi bungkus kacang", Kata ibu ku datar..ARRGGGGGGGGGH!!!!! f***k!! t**k!
Marah tak terkendali, marah tak tahu harus menumpahkan pada siapa. Ma worst day ever! Tapi, aku selalu ingat pepatah nenek ku, "Tuhan g bakal ngasih sst yang berharga begitu saja", ku tarik nafas beberapa kali untuk meredakan emosi dan berangkat sekolah dengan wajah dan hati yang -terlihat- biasa. Gak ada yang tahu dan memang tak harus ada yang tahu. "Maaf ya, kemaren hujan" ujarku padamu saat itu, dan kamu menjawab "Gak apa-apa Jo", aku masih ingat senyuman mu saat mengatakan itu.
Hari berganti, tahun berganti dan voila! Kita sampai pada hari ini untuk tertawa mengingat hal itu. Yang bisa ku katakan sekarang padamu hanyalah: Sekali pengecut maka selamanya pengecut, tapi itu bukan berarti tak bisa jujur dan mengambil pelajaran akannya. Tuhan ingin berkata padaku bahwa kamu lebih berharga menjadi sahabatku.
Dan jika kamu bertanya: "Masih kau simpankah kado untukku itu?", dan aku bakal menjawab, "Kado itu tak pernah ku berikan, tapi kamu juga tidak pernah kehilangan akannya, kado itu adalah cerita ini".
Untuk LS
| < Prev |
|---|
Gudang Tulisan
- ▼ 2010
- ▼ March
- ► February
- ► January
- ► 2009
- ► December
- ► November
- ► October
- ► September
- ► August
- ► July
- ► June
- ► May





