Desember '09
9, Keberuntungan?
9, Keberuntungan?
-

Dunia Kita Akan Berakhir, Tapi Kehidupan Harus Terus Berlanjut
"Kita memiliki begitu banyak potensi, tapi kita menyianyiakannya, kepandaian kita dibutakan oleh pencarian akan teknologi dan membawa kita lebih cepat kepada kehancuran diri kita sendiri"Film 9 yang disutradari oleh Shane Acker dan salah satu produsernya adalah Tim Burton -yoo Tim Burton!!!- telah kudengar jauh di pertengahan tahun ini, tapi baru bisa ku tonton sekitar 2 hari yang lalu. Jangan tanya dari mana ok..heheh
Yang menarik, di film ini tak ada nama, si ilmuan, si diktator dan semua 'boneka steampunk', semuanya tanpa nama, cuman nomer aja. Animasinya cukup halus dengan peralihan scene nya cukup enak untuk dicerna, kita tak harus melihat semua cerita untuk tahu keadaan dunia yang ada di film itu, dari sisi pemaparan, cerita dan teknik, empat jempol deh buat film ini.
Film ini jelas mengkritik keadaan kita sekarang yang menuju kehancuran kehidupan itu sendiri, hal ini disebabkan teknologi yang semakin menggurita dan merubah tuan -manusia- menjadi budak dan menyeret kita ke-kepunahan.
Di film ini, satu hal yang penting dicatat, ada kepercayaan yang ingin dibangun bahwa hidup atau kehidupan bukanlah gabungan dari unsur-unsurnya, kehidupan tidak sekedar gabungan darah, daging dan tulang. Tidak sekedar sel-sel yang membangun kita, tetapi ada sebuah tenaga non-meterial, tenaga spiritual yang mendiami setiap mahluk hidup. Aku malah teringat akan Gaia, Manna atau Ruh, apapun itu yang jelas 'ghost in the mechine'.
Dunia yang kita diami mungkin sebentar lagi akan berakhir, tapi kehidupan itu sendiri harus terus berlanjut, bukankah itu yang dikatakan sejarah Bumi pada kita? Ingatakah kita saat para malaikat bertanya pada Tuhan: "Kenapa Kamu menciptakan manusia, saat mahluk sebelum dia juga menciptakan kerusakan di muka bumi ini?". Hal ini memberitakan, manusia hanyalah sebuah fase kehidupan singkat di bumi, dan kehidupan akan berlangsung terus, dengan atau tanpa manusia.
Film 9 kulihat tetap saja, sebuah arogansi dari para nabi jaman ini, yaitu para ilmuan. Yang menjadi penyebab hancurnya kehidupan adalah teknologi -yang diciptakan para ilmuan- dan yang akan/hanya bisa menyelamatkannya juga adalah teknologi -yang diciptakan ilmuan juga. Nah, agak kesal melihat arogansi ini tapi memang itulah yang terjadi. Untuk menyelamatkan bumi yang hancur gara-gara teknologi adalah dengan menggunakan teknologi, apakah ada jalan lain?
Ngomong-ngomong, kenapa ada keyakinan dunia manusia ini akan berakhir? Yah menurut ilmuan dan beberapa ramalan, dunia ini akan berakhir sebentar lagi, bisa jadi besok, bisa jadi 2012, bisa jadi 50 tahun lagi atau 100 tahun lagi, tapi yang jelas tanda-tanda kehancuran kehidupan manusia telah terlihat. Namun sebenarnya kehidupan manusia telah berakhir jauh puluhan tahun kebelakang saat teknologi merubah manusia berpola pikir mesin.
Apakah masih dibilang manusia saat 80% sumber daya alam dipake oleh 20% manusia? apakah masih bisa disebut manusia saat orang berlomba mendirikan mall saat tanah tempat ia berdiri dahulunya diperjuangkan nenek-kakek kita supaya merdeka dari ketergantungan? Apakah masih disebut manusia saat kita lebih memilih memelihara binatang piaraan yang menghabiskan ratusan malahan jutaan rupiah saat banyak orang disekitar kita yang makan aja susah?
Apapun itu, 9 adalah angka keberuntungan, 9 adalah gabungan dua kekuatan. Kita bisa saja berpola-pikir rasional (9) tapi kita jangan lupa ada sesuatu di balik itu (keberuntungan).
Sumber: wikipedia, film 9
| < Prev | Next > |
|---|
Gudang Tulisan
- ▼ 2010
- ▼ February
- ► January
- ► 2009
- ► December
- ► November
- ► October
- ► September
- ► August
- ► July
- ► June
- ► May





