• ccc

    Cerita Heroik Generasi Muda Pasca Nazi

    "Lempar satu batu, maka itu kriminal, lempar ribuan batu, maka itu adalah pergerakan. Bakar satu buah mobil, itu kriminal, tapi bakarlah ribuan mobil, itulah gerakan sosial!"

    Setiap beberapa tahun sekali, Bernd Eichinger -produser film ini- ingin membuktikan pada semua orang bahwa ia memang seorang 'raksasa' dalam industri film Jerman. Film-film internasional yang dia produseri seperti Der Untergang, Das Parfum dan banyak lainnya, kemudian 2008 dia mengeluarkan Der Baader-Meinhof Komplex, sebuah film dari Novel non-fiksi Stefen Aust dengan judul yang sama, yang menceritakan tentang RAF (Red Army Faction), anak muda generasi pasca Nazi yang menyuarakan fasisme di dunia yang telah berbeda.

    Bagiku dan juga kebanyakan orang sekarang RAF adalah nama yang asing, dan sebuah keanehan saat film itu muncul tanpa prolog apakah RAF itu, dan bagi para sejarawan -kata temenku- film ini terlalu sederhana dan epic. 

    Awal film begitu mencekam dan memberikan gambaran bagi penonton bagaimana latar belakang pola pikir para protagonis, namun tetap saja, pas waktu nontonnya, aku gak tau apa itu RAF. 

    Kemudian, cerita terasa menurun intensitasnya saat Ulirike Meinhof -Martin Gedeck- bergabung dengan Andreas Baader -Moritz Bleibtreu- yang merupakan otak dari RAF. Pergerakan RAF pun menjadi kehilangan tema idealismenya, mereka mulai melakukan kriminal murni, maksudku boleh lah menghancurkan properti umum sebagai tanda protes, tetapi jangan sampe melukai/membunuh orang tak berdosa. Setelah Meinhof gabung ini, pemboman, pembunuhan dilakukan RAF. 

    Kemudian kemunculan anggota RAF 'generasi ke dua' yang ujug-ujug aja. Tak ada pengenalan siapakah mereka atau backgroundnya, kecuali kemunculan Vinzenz Kiefer sebagai Peter-Jürgen Boock. Lalu pas Meinhof, Esselin, Baader tertangkap dan dipenjara, kita sudah nggak peduli lagi dengan RAF yang padahal itulah tema utama film ini. 

    Diluar itu semua, film ini dibintangi aktor/aktris ternama, pemeran pemuda yang menembak Rudi Dutschke yang hanya tampil 6 menit saja diperankan oleh aktor terkenal Tom Chiling...hahah, yah kita tahu, Eichinger ingin menunjukan dialah 'Raksasa' film Jerman yang tak peduli pada kekuatan karakter, tapi pada kekuatan aktor dan aktrisnya yang bermain dalam satu film. 

    Walau bagaimanapun Der Baader-Meinhof Komplex adalah film yang bagus, pas nonton filmnya sendiri, aura pemberontakan dan keangkuhan sebuah idealisme sangat terasa -darah muda ku bergejolak lagi hahaha!!!. Semua aspek di garap dengan sangat apik dan detail, latar belakang keadaan sangat realistis, sinematografi, efek dan para aktor menjalankan perannya dengan sangat baik. 

    Ulirike Meinhof dan Gudrun Esselin -Johanna Wokalek- sangat menonjol dan sebenarnya aku jatuh cinta pada dua wanita ini, yang satu wartawan pemberontak dan sophisticated yang terjebak di sebuah pergerakan bersenjata kaum urban, yang satu lagi wanita cantik, muda, hidup foya-foya, pegang senjata dan melakukan kegiatan ber-adrenalin tinggi bertemakan idealisme. 

    Untuk penonton sekarang -aku dan kebanyakan teman-temanku- Der Baader-Meinhof Komplex memberikan hiburan dan penyegaran baru yang lebih realistis untuk dicontoh. Kehidupan monoton, negara yang begitu berkuasa tapi meminta-minta, hukum yang memihak, media yang mendominasi keseharian, inflasi informasi sampah yang membuat kita semakin terjauhkan dari semangat hidup dan kehidupan yang murni dan otentik. Melakukan tindakan anarkisme, vandalisme dan melawan hukum untuk sebuah kritik dan perubahan tampak begitu menggiurkan untuk dicoba, karena, seperti kata Ulirike Meinhof: 'Lempar satu batu, maka itu kriminal, lempar ribuan batu, maka itu adalah pergerakan. Bakar satu buah mobil, itu kriminal, tapi bakarlah ribuan mobil, itulah gerakan sosial!'

    Sumber: Der Baader-Meinhof Komplex, imdb.com