Desember '09

Huxley vs Orwell

AddThis Social Bookmark Button
  • 'Brave New World' dan '1984', Mana yang lebih Ngena?

    Mereka gagal memperhitungkan bahwa manusia mempunyai hasrat tak terbatas untuk mengalihkan perhatian.

    Orwell dan Huxley mempunyai kekhawatiran yang sama akan masa depan kehidupan manusia dan mereka menuliskan semua kekhawatirannya itu dalam sebuah novel. Aldous Huxley menulis novel 'Brave New World' pada ahun 1931 yang baru diterbitkan pada tahun 1932. Kemudian ada George Orwell yang menulis novel '1984' pada tahun 1949.

    Baca terus: Huxley vs Orwell

   

Banksy Street Artist

AddThis Social Bookmark Button
  • banksy

    Kotori Kotamu, Kritik Keadaan!

    "When I was a kid I used to pray every night for a new bicycle. Then I realised God doesn’t work that way, so I stole one and prayed for forgiveness"

    Nyengir sambil mikir, itu yang ditimbulkan dari efek melihat karya Banksy, seorang 'Outlaw Artist' atau Street Artist dari Bristol, Inggris. Dia dikenal pertama kali sebagai seniman graffiti namun kemudian karyanya merambah banyak hal, seni installasi, cut-mix-paste dan street gallery.

    Kebanyakan karya dia merupakan kritik terhadap kebijakan pemerintah Inggris, termasuk terhadap keluarga kerajaan. Siapa dia sebenarnya? Tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya, peralihan karya dia dari graffiti dengan teknik biasa menjadi teknik stensil, dikarenakan teknik stensil lebih membutuhkan waktu yang singkat dan itu membuat dia semakin sulit 'ditangkap'. Ada yang mengatakan dia adalah seorang anak dari tukang foto copy di Bristol yang kemudian menjadi artis graffiti Bristol's DryBreadZ Crew (DBZ), yang kita tahu bahwa dia lahir tahun 1974.

    Baca terus: Banksy Street Artist

   

9, Keberuntungan?

AddThis Social Bookmark Button
  • 9

    Dunia Kita Akan Berakhir, Tapi Kehidupan Harus Terus Berlanjut

    "Kita memiliki begitu banyak potensi, tapi kita menyianyiakannya, kepandaian kita dibutakan oleh pencarian akan teknologi dan membawa kita lebih cepat kepada kehancuran diri kita sendiri"

    Film 9 yang disutradari oleh Shane Acker dan salah satu produsernya adalah Tim Burton -yoo Tim Burton!!!- telah kudengar jauh di pertengahan tahun ini, tapi baru bisa ku tonton sekitar 2 hari yang lalu. Jangan tanya dari mana ok..heheh

    Yang menarik, di film ini tak ada nama, si ilmuan, si diktator dan semua 'boneka steampunk', semuanya tanpa nama, cuman nomer aja. Animasinya cukup halus dengan peralihan scene nya cukup enak untuk dicerna, kita tak harus melihat semua cerita untuk tahu keadaan dunia yang ada di film itu, dari sisi pemaparan, cerita dan teknik, empat jempol deh buat film ini.

    Baca terus: 9, Keberuntungan?

   

Der Baader-Meinhof Komplex

AddThis Social Bookmark Button
  • ccc

    Cerita Heroik Generasi Muda Pasca Nazi

    "Lempar satu batu, maka itu kriminal, lempar ribuan batu, maka itu adalah pergerakan. Bakar satu buah mobil, itu kriminal, tapi bakarlah ribuan mobil, itulah gerakan sosial!"

    Setiap beberapa tahun sekali, Bernd Eichinger -produser film ini- ingin membuktikan pada semua orang bahwa ia memang seorang 'raksasa' dalam industri film Jerman. Film-film internasional yang dia produseri seperti Der Untergang, Das Parfum dan banyak lainnya, kemudian 2008 dia mengeluarkan Der Baader-Meinhof Komplex, sebuah film dari Novel non-fiksi Stefen Aust dengan judul yang sama, yang menceritakan tentang RAF (Red Army Faction), anak muda generasi pasca Nazi yang menyuarakan fasisme di dunia yang telah berbeda.

    Baca terus: Der Baader-Meinhof Komplex

   
RSS Twitter Email Facebook 

Gudang Tulisan