• idea

    Ide Baru Hanyalah: Menambah, Mengurang, dan Memutarbalikan

    Tidak ada yang baru di bawah kolong langit ini!

    Pertama, apa yang kutulis ini nyata, yang kedua jangan lupa, kenyataan adalah imajinasi versi upgrade. So, yakinkan diri anda untuk tak terpengaruh (gaya!). Sebenarnya lagi bingung aja si, dunno wht i hv to write to nite, but i hv to! b’coz to blot hard luck is hard work, sumone say so.

    Ngemeng-ngemeng lagi mentok g ada ide, jadi teringat salah satu dosen yang memberikan tugas: “Tulislah 100 ide baru setiap hari”. It seems such a simple task, but try it by ur self. Dammit! Syusyah! Mendingan aku diberi tugas mencari 100 perbedaan antara Rhoma Irama ma Ridho Rhoma de. But, tugas itu adalah tugas yang lelah-mencerahkan, mencari ide adalah usaha untuk membuat sebuah bangunan baru –yang lebih baik- untuk mencapai tujuan yang sama, sebuah konstruksi anyar dan seni di dalam membangunnya (jadi teringat salah satu kawan yang bilang bahwa arsitektur adalah seni menyambungkan).

    Karena tak ada hal yang baru di bawah kolong langit ini, jadinya ide baru hanyalah: 1). Menambah, 2). Mengurang, dan 3). Memutarbalikan. Itulah yang dikatakan dosenku (dikutip dari The Liang Gie). 

    Contoh kasusnya adalah mesin jahit. Jarum jahit yang biasanya mempunyai bolong di pantatnya dirobah menjadi bolongnya di dekat ujung tajamnya dan jadilah mesin jahit. Ide simple namun butuh 100 tahun untuk memindahkan bolong itu. Itu contoh “memutarbalikan”. 

    Contoh yang “menambah” adalah menambahkan piringan kayu di belakang sebuah peluru meriam (jaman meriam masih pake peluru bola), penambahan itu men-duakali-kan efek merusak dari meriam tersebut tanpa harus memperbesar laras meriam dan Inggris menang di banyak medan perang karenanya. Amerika sekarang mengadaptasi ide itu untuk peluru tank jenis Sabot di tank Abrams milik mereka (bisa menembus baja tank musuh seperti pisau panas membelah mentega dari jarak 3km...jyahah, tank Indonesia gimana?). Contoh “mengurangi” adalah ide mengurangi lebarnya sirip kemudi kapal layar (yang ada di belakang kapal layar tersebut), awalnya sirip kemudi tersebut lebar dan panjang, dengan pikiran supaya mudah untuk membelokan kapal, memang mudah untuk di belokan, tapi menjadi lambat dalam kecepatan, dibuatlah sirip yang lebih kecil dan dibuat tidak flat, namun bolong-bolong seperti jendela (windowed fin), kecepatan tak berkurang dan daya belok kapal menjadi lincah, China menemukan ide ini dan mampu membuat kapal layar tiga kali lebih besar dari kapal Columbus tanpa kehilangan keampuhannya. 

    Kecenderungan manusia adalah untuk menyederhanakan banyak hal tanpa kehilangan tujuan, menyederhanakan berarti efisiensi dan efektifitas dan saat aku berpikir kenapa banyak ide bagus berawal bukan dari negri kita ini? Mungkin –mungkin lho- dikarenakan kita terlalu dimanja oleh alam, tanpa ide yang oke pun kita masih bisa idup 7 turunan. Bayangkan orang yang berada di alam yang kurang bersahabat, efisiensi adalah keharusan untuk bertahan hidup dan menciptakan ide baru adalah jalan menuju ke sana. IDE ADALAH SENJATA UNTUK BERTAHAN HIDUP. 

    Kemudian pertanyaannya menjadi: perlukah kita menciptakan ide baru (cara baru) saat kita merasa tak membutuhkannya dan bisa hidup tanpanya? (Dan lucunya, sampai saat aku selesai membuat tulisan ini, aku masih belum punya ide mo nulis apa! Absofunnylutly!!!)