Agustus '09
Nongkrong? Ayo!
Nongkrong? Ayo!
-

Karakter Teman-temanmu, Hmm...
Teman hebat, sahabat mantap, berbeda-beda tapi itulah mereka.Saat memikirkan teman-teman hebat, aku membayangkan temen-teman nongkrongku, dari yang berwajah oriental hingga yang berwajah melanesia, dari yang kacau hingga yang baik-baik saja. Banyak wajah dengan banyak karakter, banyak cerita yang telah terjadi, semangat dan pertengkaran yang membuat warna.
Di sini aku sekedar menuliskan pendapatku tentang mereka, maaf jika salah, syukur jika benar.
Karakter 1: Tukang gosip. Teman yang mengasyikan, banyak cerita baru darinya, keadaan akan selalu hangat dengan keberadaannya, tapi karena suka berceritalah kadang banyak kisah yang tak seharusnya aku dengar walau tetap saja asyik untuk diikuti. Darinya selalu saja ada cerita terbaru tentang semua orang, ORANG!, ya, selalu saja tentang orang. Dan dialah yang selalu menjadi sumber cerita untuk mengkonfirmasi sebuah kabar-burung. Persis seperti pertemuanku dengannya, pertama yang ku tanya adalah: "Benar ya si anu putus?!"
Karakter 2: Spon. Karakter ini mirip dengan karakter di atas, cuman satu bedanya, karakter ini tidak ngomong, dia tau banyak hal, mungkin lebih tahu tentang apapun dibanding yang aku sangka, namun dia memilih diam. Sosoknya seperti menyerap semua hal. Jika ditanya secara personal, berduaan saja dengannya, dia akan membuka kotak pandoranya. Dan Blaaar....!!! Aku menyesal telah bertanya karena ternyata cerita yang kutanyakan lebih luas dari pada apa yang kubayangkan.
Karakter 3: Orang tua, itulah karakter ke 3, dia ada di sana, mencermati, mengamati, dia kebanyakan diam, namun dialah yang selalu menjadi penengah jika ada cerita yang kurang masuk di akal, dialah yang membereskan dan memberi masukan jika ada persengketaan. Dan jika dia bicara, maka isinya berbobot dan mantap. Namun menghadapi orang seperti ini -untuk aku sendiri- kurang begitu plong, tidak bebas, tidak bisa 'terbuka bugil', seperti ada tembok tak terlihat yang membuatku takut membuka semua hal padanya. Bukan karena takut dinilai, tapi takut jika dia memberikan nasehat yang baik tapi pait. Ya, nasehat adalah apa yang telah kita tahu, tapi kita tak mau mendengarnya dari diri sendiri.
Karakter 4: Bocah tua nakal. Seperti karakter di atas tapi ada sedikit gabungan dengan karakter nomer 1, agak kebabalasan jika bicara, ngawur kalo menilai, tapi jika diajak serius, dia bisa menjadi orang tua yang baik, walau kadang keadaan ini datang seribu tahun sekali -jarang bangeeet!!
Karakter 5: Orang tua karbitan! Ya, dia di sebut tua karena usianya saja, tapi dia lebih kurang ajar dari pada anak paling muda di gerombolannya. Dia teman yang mengasyikan tapi bukan teman yang baik. Dan sialnya -karena dia merasa tua- dia paling senang memotong pembicaraan orang, melontarkan tema yang nggak nyambung ato malahan merespon cerita orang dengan kata-kata: "Halah, kamu tau apa?! Nggak gitu ceritanya!" Get ur fat ass off!
Karakter 6: Anak manja. Biasanya teman seperti ini membuat kita tidak bisa menjadi diri sendiri di depannya, selalu ada ketakutan menyakitinya walo itu hal sepele. Dia benar-benar manja, terlihat kuat tapi isinya rapuh, meminta banyak hal tanpa banyak memberikan kepeduliannya. Kepentingannya yang pertama, setelah itu baru kepentingan yang lain. Menghadapi teman seperti ini, menghindar yang biasanya ku lakukan, ya itu jahat, tapi akan lebih jahat lagi jika aku bersamanya. Grow up!
Karakter 7: Drama queen. Dia berusaha menguras perhatian kita. Semua hal yang kita bicarakan, topik apapun! Akan selalu dia arahkan kepadanya dan memposisikan diri selalu jadi korban atau subjek cerita. Semua tentang dia, itulah kata singkat untuk menggambarkan karakter seperti ini. Sekali dua kali si gak papa, tapi jika tiap waktu dia berkelakuan seperti itu, ok! beri kami ruang dari besarnya egomu!
Karakter 8: Broker. Karakter yang cukup asyik untuk mengetahui keberadaan teman yang lain, acara apa yang bakal terjadi atau tempat mana yang harus dikunjungi. Karakter yang mirip karakter nomer 1 tapi berita yang dia punya bukan tentang orang, tentang apapun. Malahan info tentang barang second murah berkualitas ada di stok pembicaraannya. Teman bisnis yang kompeten.
Karakter 9: Selebritis. Dia jarang ngumpul-ngumpul, malahan bisa diitung jari kapan dia muncul di gerombolan, namun tak ada satupun obrolan yang tak pernah membicarakannya, malahan ada yang mengatakan dia adalah public enemy, dalam artian dia selalu saja mempunyai masalah dengan banyak orang yang asyik untuk dibahas. Kita banyak belajar darinya dengan berusaha untuk tidak seperti dia. Thnks to you!
Karakter 10: Alien. Aku menyebutnya alien karena dia memang mahluk asing, dia adalah temanku yang suka ngumpul bareng tapi tiap kata yang dia ucapkan, cerita atau banyolan, cuman dia saja yang mengerti, dia mempunyai dunianya sendiri, aku nggak tau kenapa dia tetap betah bareng kita -atau kenapa kita betah nongkrong dengannya! Mungkin karena kehadiran dia menjadi standar kewarasan kita.
Karakter 11: Sastrawan nyasar. Teman terbaikku berkaratker seperti ini, dia selalu mengaitkan banyak bahan pembicaraan dengan seni, film, musik dan teori seabrek, malahan dia sering berpuisi untuk mengungkapkan isi kepala. Saat dia berbicara, serasa semesta menjadi hening, tinggal di kasih lime-light dan backsound, sempurna sudah kemiripannya dengan musikalisasi puisi. Dan sayangnya, penampilannya juga mendukung karakternya ini...salut kawan!
Karakter 12: Clown. Nah, ini yang bikin seru, di sebuah gerombolan yang sedang kelebihan waktu luang, karakter ini dibutuhkan sebagai garam dan merica keadaan. Dia selalu berkomentar, dia selalu berkelakar dan kadang dia mempermalukan diri sendiri untuk membuat suasana menjadi seru. Jika dia berbicara, semua pendengar sudah mempersiapkan otot muka untuk terbahak-bahak.
Karakter 13: Satiris. Seperti karakter di atas, tapi kata-kata dia yang membuat semua orang ketawa begitu berbobot, dia tidak mempermalukan diri sendiri, tapi mempermalukan semua orang. Kelakarnya cerdas, menggigit dan membuat tawa yang kita keluarkan berujung hening untuk berpikir. HAhahah..ya benaarr, itu paling respon untuk dia. Karakter 14: Pengeluh. Gak perlu di jelaskan karakter seperti apa dia ini, fiuhh, gimme a break!
Karakter 15: Intel. Hmm..., misterius, dia datang jauh setelah kita ngumpul dan pulang jauh sebelum kita selesai, berbicara seperlunya dan kadang menjawab pertanyaan mengambang...*curiga*
Karakter 16: Chery on the cake. Hihi, ini dia yang keberadaannya harus selalu ada, biasanya ini cewek cakep atau cewek yang menarik perhatian banyak orang, ngomong seperlunya, ceritanya biasa saja dan ngobrolin hal yang -aku anggap- standar saja namun dia sungguh menarik perhatian tanpa harus memintanya. Beberapa kali saat ku ajak nongkrong beberapa temanku, jika tidak ada karakter ini, tongkrongannya nggak jadi. Tapi karakter ini bagai piala bergilir, tidak selalu dipegang oleh satu orang, jika karakter ini sudah mempunyai pacar, atau menghilang entah kemana, maka ada orang lain untuk posisi karakter ini. Who's next?!
Karakter 17: Cocky. Dia ngumpul untuk pamer barang baru dia, mulai baju, hp, kamera, laptop or apapuuuuun, cuapeeek deee, dia membuat kita seperti selalu manusia jaman batu. Tapi dia selalu dinanti kedatangannya, kita menunggu barang second-nan dari dia....warisaaan..warisaaan.
Karakter 18: Gantungan kunci. Sebenarnya yang punya karakter seperti ini hanya terjebak keadaan. Pacarnya teman kita yang baru kita kenal dan ikut nongkrong, dia bakal diam, memperhatikan, mencoba meraba keadaan dan mencermati orang-orang disekitar. Dia datang ya cuman karena dia pacarnya teman kita. Namun karakter ini akan hilang seiring keakraban yang terus dibangun -itu juga jika g keburu putus.
Karakter 19: Food gatherer. Dia datang dan hal yang pertama dia lakukan adalah men-scan meja atau daerah tempat makanan dan minuman. Dia akan menatap dengan penasaran sebuah hidangan, dia akan bertanya "Ini apa to?", "Rasanya gimana?", dan akhirnya, "Aku nyoba ya!" Jyah.....! Dan dia melakukan hal ini pada semua hidangan yang ada. Jaga berat badan bro!
Karakter 20: Vas bunga. Dia ada atau tidak nggak ngaruh, dia diem, makan, gak bicara, lalu ikut pulang. ziing.......aku heran, kok bisa-bisanya aku menuliskan karatker yang ke 20 ini! Ini semua subjektif, silahkan pilih, karakter mana dirimu? atau adakah karakter lain?
| < Prev | Next > |
|---|
Gudang Tulisan
- ▼ 2010
- ▼ March
- ► February
- ► January
- ► 2009
- ► December
- ► November
- ► October
- ► September
- ► August
- ► July
- ► June
- ► May





