Slavoj Zizek

AddThis Social Bookmark Button
  • The Pervert's Guide to Cinema

    'Cinema is the ultimate pervert art. It doesn't give you what you desire - it tells you how to desire'

    The Pervert's Guide to Cinema membawa penonton pada sebuah pembacaan yang unik, baru dan cerdas terhadap beberapa film terbaik yang pernah dibuat. 'The Pervert's Guide to Cinema' di-presenter-i (ini kalimat baku nggak si?) oleh Zizek sendiri, seorang filusuf dan psikoanalis dari Slovenia. Dengan pembawaannya yang bersemangat, gerakan tangan yang menggebu-gebu dan -aku sendiri heran- tak lelah-lelahnya ia mengoceh dan membuat otak pening tapi mencerahakan sepanjang film itu diputar. Zizek mengungkap bahasa tersembunyi -filsafat tersembunyi- dari sinema, mengungkap apa yang bisa dikatakan sebuah film tentang diri kita sendiri, sang penonton.

    Baca terus: Slavoj Zizek

 

Mattafix - Big City Life

AddThis Social Bookmark Button
  • Refleksi Akhir Tahun bersama Mattafix - Big City Life

    'Don't you wanna know me? Be a friend of mine I'll share some wisdom with you. Don't you ever get lonely, from time to time? Don't let the system get you down!'

    Lagu beraliran dance-hall  ini mengalun dengan bass drum dan string bass shynteziser yang ber-ritme pelan namun memberikan nuansa yang kuat akan ke monoton-nan, sesekali terdengar trumphet shynteziser dan short-sequence distortion yang memberikan sedikit rasa kesendirian ditengah hiruk-pikuk nada dari instrumen lainnya. Irama ini dikombinasikan dengan lirik yang cerdas, jujur dan miris tentang sebuah kehidupan di sebuah kota besar, dan ya, kita tahu, sekarang dunia adalah sebuah 'Kota Besar' dan semua tempat berusaha menjadi sebuah 'Kota Besar'.

    Baca terus: Mattafix - Big City Life

 

Huxley vs Orwell

AddThis Social Bookmark Button
  • 'Brave New World' dan '1984', Mana yang lebih Ngena?

    Mereka gagal memperhitungkan bahwa manusia mempunyai hasrat tak terbatas untuk mengalihkan perhatian.

    Orwell dan Huxley mempunyai kekhawatiran yang sama akan masa depan kehidupan manusia dan mereka menuliskan semua kekhawatirannya itu dalam sebuah novel. Aldous Huxley menulis novel 'Brave New World' pada ahun 1931 yang baru diterbitkan pada tahun 1932. Kemudian ada George Orwell yang menulis novel '1984' pada tahun 1949.

    Baca terus: Huxley vs Orwell

 
RSS Twitter Email Facebook 

Gudang Tulisan

Twitter Updates

Ngintip Teman

Kabar Tetangga

Koneksi FB